Copyright © Siaga
Design by Dzignine
Jumat, 25 Oktober 2013

Bagaimana Menyusun Skala Prioritas

Manusia secara sadar maupun tidak sadar memiliki kebutuhan yang sangat banyak dibandingkan dengan alat / sumber daya pemenuhan kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Dengan alasan itu maka manusia harus bisa memilih dan menentukan mana kebutuhan yang di anggap paling penting dan paling utama dibandingkan dengan kebutuhan yang lain (manusia perlu menyusun skala prioritas).

Ada pepatah kebutuhan pangan lebih mendesak dan utama dibandingkan kebutuhan papan. Mungkin itu benar dalam kenyataan bagi beberapa kalangan manusia. Itulah sebagai contoh bagaimana manusia menyusun skala prioritas. Namun bagaimanapun juga kebutuhan papan penting untuk menjaga kesehatan.

Menyusun Skala Prioritas
(sumber : northcascademeats.com)

PERTIMBANGAN DALAM MENYUSUN SKALA PRIORITAS
Setelah kebutuhan yang paling mendesak terpenuhi, maka kita baru boleh memikirkan bagaimana pemenuhan kebutuhan lainnya. Lagi-lagi manusia perlu menyusun skala prioritas, kebutuhan mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditunda. Ada beberapa hal yang perlu dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skala prioritas, yaitu antara lain sebagai berikut :
 
Tingkat Urgensi
Hal yang pertama yaitu tingkat urgensinya, yaitu bagaimana didalam menentukan pilihan, mana yang harus didahulukan harus perlu dipertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan hal tersebut.

Sebagai contoh : Ada seorang anak yang akan menghadapai ujian, pada malam sebelum hari ujian ia akan belajar, namun tiba-tiba lampu kamar mati dan dia juga belum membeli pensil, manakah yang lebih penting dari lampu belajar atau membeli pensil? Dalam kasus ini hal yang diutamakan adalah membeli lampu kamar sebagai sarana penerangan belajar, sedangkan alat tulis bisa meminjam kakak atau adik terlebih dahulu.

Kesempatan yang Dimiliki 
Yang kedua adalah apabila sustu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka perlu didahulukan. Misalkan dalam suatu kondisi darurat, keselamatan atau kesehatan merupakan hal yang paling diutamakan. Demi kesembuhan dan kesehatan maka obat merupakan kebutuhan nomor satu dan yang paling utama untuk didahulukan dibandingkan hal lainnya yang bisa ditunda dan dikesampingkan terlebih dahulu.

Pertimbangan Masa Depan
Yang ketiga adalah bagaimana jika dalam menghadapai pilihan yang sulit, maka faktor masa depan juga perlu dipertimbangkan.

Sebagai contoh : Ada berbagai pilihan bidang les yang ingin kita ikuti, namun karena keterbatasan suatu hal maka kita harus menentukan salah satu dan tidak bisa memilih keduanya, manakah yang harus kita pilih? Dalam hal ini kita harus mempertimbangkan mana yang paling bermanfaat bagi masa depan kita? Matematika atau Bahasa Inggris? Kedua hal tersebut semuanya penting, namun mengutamakan Bahasa Inggris merupakan pilihan yang paling tepat, sebab kegunaan Bahasa Inggris dimda depan yang akan datang lebih luas  dibandingkan dengan Matematika. Ini adalah salah satu pilihan yang didasarkan dengan kebutuhan untuk masa depan.

Kemampuan Diri
 Hal terakhir yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan skala prioritas adalah berawal dari sifat manusia yang mempunyai banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas, namun ada hambatan karena keterbatasan kemampuan, baik dari segi ekonomi maupun yang lain. Maka perlu dipertimbangkan pula berdasarkan kemampuan yang dimiliki, baik dari segi materi maupun non materi agar pilihan yang diambil bisa tepat sesuai kemampuan.

Sebagai contoh : Di era jaman sekarang ini, persaingan hidup dikota besar sangatlah ketat dan memaksa manusia untuk saling berlomba agar tidak tertinggal dengan yang lain. Dalam kondisi kesemrawutan ini, kadang muncul persaingan yang tidak sehat, berusaha memaksakan diri agar bisa sama dengan orang lain tanpa mempertimbangkan kemampuan diri, akibatnya belum tentu akan bertahan lama, bisa saja malah semakin menderita dikarenakan keterbatasan yang dimiliki.

KESIMPULAN
Dengan adanya beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan skala prioritas di atas, maka alangkah baiknya apabila kita membuat daftar kebutuhan yang kita inginkan sebanyak-banyaknya, kemudian urutkan mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditunda.
SUMBER REFERENSI :
Sudarmi, Sri., Waluyo. 2008. Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu. Semarang : PT. Sindur Press
Rabu, 23 Oktober 2013

Pemimpin yang bijaksana (Kisah Teladan Salahuddin Al-Ayyubi)

Salahuddin Al-Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din yang mempunyai nama asli Yusuf bin Najmuddin dijuluki sebagai kesatria padang pasir terlahir dari keluarga Kurdish di kotaTikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigrispada tahun 1137M. Ia dipandang sebagai kesatria sejati baik oleh lawan maupun kawan karena soal kepiawaiannya dalam taktik pertempuran dan tentang kesalehan dan kemuliaan hatinya.. Keberanian dan kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib.
Gambar Kesatria Padang Pasir Salahuddin Al-Ayyubi
 Gambar Kesatria Padang Pasir Salahuddin Al-Ayyubi
Sebagian besar kisah Salahuddin Al-Ayyubi yang tersebar baik di Barat maupun di Timur dari sejarah Perang Salib yang panjang di abad ke-12 itu  adalah cerita tentang seorang yang pemberani dalam pertempuran, yang sebenarnya tak ingin menumpahkan darah. Dimana ketika Salahuddin Al-Ayyubi ingin merebut kembali Jerusalem di musim panas 1187. Tapi menjelang serbuan, ia memberi kesempatan penguasa Kristen kota itu untuk menyiapkan diri agar mereka bisa melawan pasukannya dengan terhormat. Dan setelah pasukan Kristen sudah siap dengan segala persenjatan dan pertahanan barulah Salahuddin Al-Ayyubi memerintahkan untuk berperang tapi akhirnya pasukan Kristenpun kalah juga. Kemudian setelah peperangan dimenangkan oleh pasukan Muslim dan banyak tawanan perang yang berhasil ditangkap tapi yang dilakukan Salahuddin Al-Ayyubi terhadap tawanan perang dan penduduk Nasrani bukanlah menjadikan mereka budak-budak. Salahuddin Al-Ayyubi malah membebaskan sebagian besar mereka, tanpa dendam, meskipun dulu, di tahun 1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai dan sisa-sisa orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar.

Banyak kisah-kisah unik dan menarik tentang Shalahuddin al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap kesatria dan kemuliaan hatinya.
Kita tahu, bagaimana pemimpin pasukan Islam ini bersikap baik kepada Raja Richard berhati Singa yang datang dari Inggris untuk menghancurkan pasukan muslim. Tapi Ketika raja Richard sakit dalam pertempuran, Salahuddin Al-Ayyubi malah mengiriminya buah pir yang segar dingin dalam salju, dan juga seorang dokter. Lalu raja Richard pun tersentuh dan bersedia melakukan perdamaian yang ditandatangani pada 1 September 1192, dan pesta pun diadakan dengan berbagai pertandingan, dan orang Eropa takjub bagaimana agama Islam bisa melahirkan orang sebaik itu.

Salahuddin Al-Ayyubi sebenarnya tidak ingin ada pertumpahan darah atau peperangan karena dia pernah berpesan menjelang wafat kepada anaknya Az-Zahir : “Jangan Tumpahkan Darah, Sebab Darah yang Terpercik Tak Akan Pernah Tertidur."

Kita sekarang juga mungkin takjub bagaimana masa lalu bisa melahirkan orang sebaik itu. Terutama ketika orang hanya mencoba menghidupkan kembali apa yang gagah berani dari abad ke- 12 tapi meredam apa yang sabar dan damai dari sebuah zaman yang penuh peperangan. Bahkan ketika Salahuddin Al-Ayyubi wafat dan rakyat membuka peti hartanya ternyata hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya, karena hartanya banyak ia berikan kepada rakyatnya yang membutuhkan.

Ada orang yang baginya uang dan debu sama saja.”

Itulah kata-kata sebagai bukti Kezuhudan dan kesahajaan dari seorang Salahuddin Al-Ayyubi. Mungkin kata-kata mutiara inilah yang harus dipegang oleh para penguasa sekarang ini dan Kepemimpinan seperti Salahuddin Al-Ayyubi yang kita harapkan muncul dizaman millennium yang serba ambradul seperti ini, walaupun itu sebuah pengharapan yang hampir mustahil terwujud, tapi kita tetap berharap saja ada Salahuddin – Salahuddin baru yang akan memimpin dengan sebuah kebijaksanaan yang luar biasa. Kisah Kepemimpinan dan ke Suri Tauladannya masih tetap dikenang banyak orang tak terkecuali orang-orang barat baik itu melalui puisi, novel dan sebuah saksi sejarah.

Gaya Kepemimpinan

MACAM - MACAM GAYA KEPEMIMPINAN

1.1 Gaya kepemimpinan Otoriter 
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya. 

Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Dengan kata lain, anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin.Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi.

1.2 Gaya kepemimpinan Demokratis 
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Pada kepemimpinandemokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi

1.3 Gaya kepemimpinan Bebas 
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja.
Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. Namun dewasa ini, banyak para ahli yang menawarkan gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional.

Tipe-Tipe Kepemimpinan

Tipe- Tipe Kepemimpinan
Ada enam tipe kepemimpinan yang diakui keberadaannya secara luas.
1) Tipe pemimpin Otokratis
Yaitu seorang pemimpin yang otokratis adalah seorang pemimpin yang:
Menganggap organisasi sebagai milik pribadi
Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
Menganggap bawahan sebagai alat semata- mata
Tidak mau menerima kritik, saran, dan pendapat
Terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya
Dalam tindakan penggerakannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum)
2) Tipe Militeristis
Yaitu seorang pemimpin yang bertipe militeristis adalah seorang pemimpin yang memiliki sifat- sifat:
Sering mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya
Senang bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya
Senang kepada formalitas yang berlebih- lebihan
Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan
Sukar menerima kritikkan dari bawahan
Menggemari upacara- upacara untuk berbagai acara dan keadaan
3) Tipe Paternalistis
Yaitu seorang pemimpin yang:
Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
Bersikap terlalu melindungi
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif
Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya.
Sering bersikap maha tahu
4) Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum berhasil menemukan sebab- sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).
5) Tipe Laissez Faire
Yaitu seorang yang bersifat:
Dalam memimpin organisasi biasanya mempunyai sikap yang permisif, dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan hati nurani, asal kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisai tetap tercapai.
Organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang- orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran yang dicapai, dan tugas yang harus dilaksanakan oleh masing- masing anggota.
Seorang pemimpin yang tidak terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
Seorang pemimpin yang memiliki peranan pasif dan membiarkan organisasi berjalan dengan sendirinya
6) Tipe Demokratis
Yaitu tipe yang bersifat:
Dalam proses penggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah makhluk termulia di dunia
Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya
Senang menerima saran, pendapat bahkan kritik dari bawahannya
Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses dari padanya.
Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan
Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin
Para bawahannya dilibatkan secara aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses pengambilan keputusan.

Permainan Kepemimpinan

Pemberian materi kepemimpinan yang dibagi dalam beberapa sessi, seperti :

·Sessi Kepemimpinan : Penyuluhan mengenai karakter pemimpin yang benar.

·Sessi Komunikasi : Penyuluhan mengenai cara-cara berkomunikasi yang benar sebagai layaknya seorang pemimpin.

·Sessi Problem Solving / Challange - Proses manajemen konflik : Penyuluhan mengenai cara-cara seorang pemimpin memecahkan masalah secara efektif danbenar.

·Sessi Dinamika Kelompok : Berupa permainan.

Permainan-permainan yang memiliki nilai kepemimpinan, seperti :

1.Bisik berantai

Dibutuhkan kemampuan sebagai pendengar sekaligus penyampai pesan yang baik agar dapat menyampaikan pesan yang benar dari awal hingga akhir.

Mengelola perubahan

Permainan Mengelola Perubahan. Membuat sebuah bentuk yang benar sesuai dengan instruksi fasilitator. Pemimpin bekerja bersama-sama dengan orang yang dipimpinnya.
Durasi                            : 15 – 20 menit
Peralatan              : Tali yang cukup panjang sesuai dengan jumlah kelompok
Jumlah peserta               : > 25 orang
Teknis :
a.Fasilitator memberikan seutas tali yang cukup panjang untuk dipegang oleh semua angota kelompok tersebut kepada masing-masing kelompok.
b.Fasilitator menerangkan aturan permainan : setiap anggota kelompok harus memegang seutas tali tersebut dan membentuk bentuk-bentuk geometri dasar, misa : lingkaran, segitiga, kotak, bujur sangkar, jajaran genjang, trapezium, bintang dan sebagainya.
c.Setiap kelompok yang behasil membuat bentuk yang dimaksud akan memberikan nilai. Bentuk geometri tersebut dimulai dari yang paaling sederhana (lingkaran) hingga yang paling sulit (bintang).

Nilai yang terkandung :
Pemimpin yang baik mampu untuk :
1.Mengarahkan orang ke suatu tujuan (driving people)
2.Memotivasi orang agar mau berbuat (motivating people)
3.Mengubah orang (transforming people)

Untuk bisa melakukan hal tersebut di atas, pemimpin harusbisa memberikan contoh kepada orang-orang yang dipimpinnya, dengan demikian rasa hormat akan diperoleh secara tulus dari orang yang dipimpinnya, bukan karena jabatannya tersebut.
Dari simulasi di atas kita dapat belajar bahwa untuk memenangkan permainan ini dibutuhkan satu komando yang jelas dan sistem (cara) yang benar. Untuk itu diperlukan pemimpin yang bisa membumi (leading by example).

2.Blind Walk

Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan otak. Langkah yang harus dilakukan oleh peserta adalah tiap-tiap peserta dalam kelompok diminta berjalan dengan mata tertutup (kecuali ketua kelompok) mengikuti jalur yang sudah dibuat. Dengan arahan ketua kelompok yang berjalan paling belakang, peserta berjalan mengikuti jalur tanpa menyentuh pembatas. Kelompok yang pertama memasuki garis finish ditetapkan sebagai pemenang. Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaimana kelompok mengatur strategi dan melatih kedisiplinan serta kerjasama kelompok.

3.Pipa Bocor

Tujuan permainan ini adalah mengatasi berbagai masalah. Alat bantu dalam permainan ini meliputi pipa bocor, penyangga, ember, gelas aqua, bola pimpong.
Prosedur dalam permainan ini adalah :
1.Masing-masing kelompok diminta berlomba mengeluarkan bola pimpong yang ada dalam pipa bocor dengan menggunakan air.
2.Cara menuangkan air ke dalam pipa hanya boleh menggunakan gelas aqua yang telah disediakan dengan waktu yang telah ditentukan.
3.Pemaknaan dalam permainan ini adalah kerjasama kelompok, strategi menyelesaikan masalah dan kepemimpinan.

4.Evakuasi Bambu

Tujuan permainan ini adalah melatih kerjasama yang komunikatif.
Alat bantu yang digunakan adalah bambu, air, tali dan bola pimpong
Prosedur dalam permainan ini adalah :
1.Tiap kelompok berlomba mengeluarkan bola dari dalam bambu dengan cara menuangkan air ke dalam bambu.
2.Cara menuangkannya, bambu yang berisi air hanya boleh diangkat dengan menggunakan tali yang telah disediakan.
3.Saat melakukan evakuasi, anggota badan tidak boleh melewati batas aman dari daerah yang telah ditentukan

Pemaknaan dalam permainan ini adalah :
1.Bagaimana langkah peserta dalam melaksanakan tugas ini?
2.Strategi apa saja yang peserta gunakan untuk menyelesaikan tugas?
3.Mampukan mereka bekerjasama dengan baik?
4.Siapakah yang mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik.

Tips menjadi KETUA OSIS yang baik

5 Hal cara menjadi ketua OSIS yang baik

1. Bertanggung jawab

Seorang ketua(pemimpin) haruslah memiliki rasa tanggung jawab yang besar ,baik kepada dirinya sendiri maupun kepada bawahan-bawahannya.

2. Berbudi baik

Seorang ketua OSIS harus menjadi contoh yang baik bagi siswa yang lainnya,supaya sekolahnya menjadi lebih baik lagi baik dalam pendidikan maupun dalam budipekertinya.

3. Edukatif dan Kreatif

Seorang ketua OSIS itu haruslah memiliki kecerdasan dan kreatifitas yang tinggi. Supaya dalam kepemimpinannya nanti dapat membuat proyek yang bagus bagi sekolahnya.

4. Religius

Seorang ketua OSIS itu harus rajin beribadah. Maksudnya adalah supaya siswa-siswa yang lain temotivasi untuk menggiatkan mendekatkan diri kepada Tuhan YME.

5. Komunikatif

Maksudnya adalah,ketua OSIS itu harus sering mendiskusikan tentang rencana-rencananya kepada anggota-anggota yang lain,supaya kekompakan di dalam OSIS itu sendiri terjaga.

Pengertian Osis


     


Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), diperlukan kejelasan mengenai pengertian dan peranan tentang Organisasi Siswa Intra Sekolah itu sendiri. Dengan pengertian dan peranan yang jelas, akan membantu para pengurus OSIS, pembina, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS, sesuai dengan fungsinya.

Secara sistematis OSIS mempunyai pengertian: Kelompok kerja sama antara pribadi, yang pesertanya adalah siswa pada satuan pendidikan sesuai jenjangnya, yang terletak di dalam dan di antara lingkungan sekolah, yang tugasnya berkesinambungan guna mencapai tujuan bersama. Sedangkan secara organisasi pengertian OSIS itu sendiri merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan, dan merupakan salah satu sistem yang berfungsi sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Guna menunjang peranan pengurus OSIS maka perlu ditumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan. Oleh karena itu perlu disampaikan pula dalam sebuah pelatihan dasar atau upgrading bagi pengurus OSIS tentang materi kepemimpinan, macam-macam dan tipe seorang pemimpin. Akhir dari kegiatan ini, ditekankan sekali lagi dalam evaluasi bahwa sebagai suatu organisasi OSIS, tetap perlu memperhatikan faktor-faktor yang sangat berperan agar OSIS dapat senantiasa hidup dalam arti memiliki kemampuan beradaptasi agar tetap eksis. Faktor-faktor tersebut antara lain: sumber daya, efisiensi, koordinasi kegiatan dengan lingkungan luar, dan terpenuhinya fungsi dan peran seluruh komponen (pengurus OSIS, perwakilan kelas, pembina OSIS, pihak sekolah dan masyarakat luas, termasuk para orangtua siswa).

Apa itu OSIS?

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikannya OSIS adalah untuk melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa.

Sebagai satu-satunya wadah organisasi siswa di sekolah untuk mencapai tujuan pembinaan dan pengembangan kesiswaan yang selaras dengan visi misi sekolah maka organisasi ini bersifat intra sekolah, artinya tidak ada hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain, dan tidak menjadi bagian dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.Karena OSIS sendiri merupakan wadah organisasi siswa di sekolah. Oleh karena itu setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS. Keanggotaan itu secara otomatis berakhir dengan keluarnya siswa dari sekolah yang bersangkutan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS dapat dibagi atas 2 macam kegiatan, yaitu kegiatan rutin dan kegiatan insidentil. Contoh kegiatan rutin adalah melaksanakan peringatan Hari Besar Agama Islam, peringatan Hari Besar Nasional, Latihan Kepemimpinan, Peringatan Hari Jadi Sekolah, Masa Orientasi Siswa baru, latihan pidato, senam bersama, penerbitan mading dan lain-lain. Dalam pengertian bahwa kegiatan tersebut sudah dijadwalkan terlebih dahulu dan bersifat rutin diadakan, entah tiap tahun, tiap bulan atau tiap minggu.
Sedangkan kegiatan insidentil adalah berupa kegiatan yang sifatnya tidak rutin hanya sesekali diadakan sesuai dengan aspirasi yang berkembang atau disebabkan adanya instruksi dari pihak sekolah. Contoh kegiatan insidentil adalah pelaksanaan seminar anti narkoba, pelatihan pengolahan limbah sampah organik, mengikuti lomba yang diadakan di luar sekolah, mengirimkan utusan dalam sebuah kegiatan seni atau agama dan lain-lain.


1. Secara Sematis
Di dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1993 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS.Kepanjangan OSIS terdiri dari, organisasi, siswa, intra, sekolah. Masing-masing mempunyai pengertian:
  • Organisasi Secara umum adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
  • Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • Intra, adalah berarti terletak didalam dan di antara. Sehingga OSIS berarti suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
  • Sekolah, adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan bersinambungan
2.    Secara Organisasi
OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian / alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.



3.  Secara fungsional

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan khususnya di bidang pembinaan kesiswaan arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaa, di sampig ketiga jalur yang lain yaitu : Latihan Kepemimpinan, Ekstrakurikuler dan Wawasan Wiyatamandala.
4.   Secara Sistem         
Apabila OSIS dipandang suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya mencitapakan suatu organisasi yang mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan. Oleh karena OSIS sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok:
  • a. berorientasi pada tujuan.
  • b. memiliki susunan kehidupan kelompok
  • c. memiliki sejumlah peranan.
  • d. terkoordinasi dan
  • e. berkelanjutan dalam waktu tertentu.

Tentang MPK

Selain pengurus OSIS, di beberapa sekolah menerapkan juga pola organisasi OSIS yang menyertakan perangkat organisasi yang dinamakan Majelis Perwakilan Kelas. Di beberapa sekolah ada yang menyebutnya Majelis Permusyawaratan Kelas, Musyawarah Perwakilan Kelas dan Media Perhimpunan Kelas. Satu hal yang pasti dari badan organisasi ini ialah sifatnya yang berupa perwakilan resmi dari masing-masing kelas dan berfungsi untuk mengawasi kinerja para pengurus OSIS. MPK ini pula yang biasanya menetapkan daftar calon pengurus OSIS untuk kemudian dipilih menjadi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara sampai seterusnya.
Anggota MPK terdiri dari 2 (dua) orang perwakilan tiap kelas. Sebelum menjadi anggota MPK, terlebih dahulu dilakukan musyawarah di kelas masing-masing. Adapun syarat-syarat anggota MPK adalah sebagai berikut :

1.    Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    
Terdaftar sebagai siswa di sekolah bersangkutan.3.    Mampu menampung dan menyalurkan aspirasi kelas.
4.    Dipilih berdasarkan musyawarah dan tanpa paksaan atau tekanan dari pihak lain.
5.    Berpartisipasi dan dinamis di kelasnya.
6.    Memiliki jiwa pemimpin.
7.    Dapat bersikap netral, tidak mementingkan kepentingan kelompoknya.
8.    Berkelakuan baik.
 



Adapun mengenai hak, dan kewajiban MPK adalah sebagai berikut :
1. MPK mempunyai hak :
a.   Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat di kelasnya.
b.   Bersama Pengurus OSIS menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
c.   Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS
d.   Memberi kritik dan  saran terhadap kinerja Pengurus OSIS.
e.   Meminta Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus OSIS.

2. MPK mempunyai kewajiban :
a. Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas.
b.   Bersama pengurus OSIS membuat dan menetapkan Garis Besar Program Kerja GBPK) OSIS yang disahkan oleh Pembina OSIS dan Kepala Sekolah.
c.   Menampung dan menyalurkan aspirasi siswa kepada pihak sekolah.
d.   Melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kinerja Pengurus OSIS selama satu tahun.

Arti dari Lambang OSIS

1. Bunga Bintang sudut lima dan lima kelopak bunga :
Generasi muda siswa adalh bunga harapan bangsa, bunga berwarna putih menunjukan kemurnian jiwa siswa yang beribtikan Pancasila, di lukiskan dalam bentuk bintang sudut lima.Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati , agar menjadi waga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga , yaitu abdi, adab, ajar, aktif dan amal. Mengenai aktif , ajar dan amal , yaitu kewajiban utama siswa dengan landasan (abdi terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,loyalitas terhadap bangsa dan negara) dan adab (terhadap orang tua, gur dan pimpinan) dijelaskan lebih lanjut dengan gambar
2. Buku Terbuka :
Kewajiban utama siswa yang pertama, adalah “Belajar Keras” menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan usaha penalaran di dunia pengetahuan akan dimiliki dan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara akan lebih meningkat.
3. Kunci Pas :
Kewajiban utama siswa yang kedua, adlah “bekerja keras”. Kemauan bekerja keras dab kesenangan bekerja akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebasdari ketergantungan pada kedermawanan/belas kasihan orang lain . Keterampilan praktis yang segera dapat dirasakan manfaatnya bagi bekal hidup siswa,  bila dimiliki , menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci Pas adalah alat kerja yangdapat membuka semuapermasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan .
4. Dua tangan Tertbuka :
Kewajiban utma siswa yang ketiga, adalah “berbakti” Kesediaan menolong orang lain yang lemah dan kurang; sesama siswa dan masyarakat memerlukan pertolongan dan bantuan, bila dilakasanakan secara spontan (peka dan tanggap) menunnjukan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
5. Biduk :
Wadah usaha pembinaan adalh OSIS,yang di gambarkan dengan bentuk sebuah biduk/perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaiutu tujuan nasional yang di cita-citakan.
6. Pelangi Merah Putih :
Tujuan nasional yang di cita-citakan (digambarkan seperti bentuk jembatan pelangi merah putih) adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera (gambar bentuk padi dan kapas)baik materil maupun spiritual.
7. Tujuh belas butir padi ,Delapan Lipatan pita, empat buah kapas dan Lima daun kapas :
17-8-1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesiamengandung nilai-nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa, sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
8. Warna Kuning :
Sebagai dasar lambang adalh warna kuning yaitu warna kehormatan/agung. Adalah suatyu kehormatan, apabila para generasi muda siswa percaya dan diberi kepercayaan untuk berbuat yang baik dan bermanfaat melaui organiusasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
9. Warna Coklat :
Warna Coklat adalah warna tanah Indonesia; berpijak kepada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia
10. Warna Merah Putih :
Warna merah putih adalah warna kebanggaan Indonesia; dengan hati yang suci berani membela kebenaran .
Jumat, 18 Oktober 2013

Sejarah Berdirinya SMP Negeri 1 Sukaresmi

        SMP Negeri 1 Sukaresmi berdiri tahun 1985 dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 0594/0/1985. Waktu itu masih menggunakan beberapa SD yang ada di kemantren (sekarang Kecamatan) Sukaresmi di antaranya SDN Sukaresmi, SDN Karangpakuon dan SDN Kawungluwuk dengan hanya beberapa orang guru dan karyawan di bawah bimbingan SMP Negeri Cipanas (sekarang SMPN 1 Cipanas). Empat tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1989 dibangunlah gedung baru SMP Negeri 1 Sukaresmi dengan jumlah lokal 1 ruang kantor dan 3 ruang kelas pada areal seluas 11.330 m2 (sepuluh ribu tiga ratus tiga puluh meter persegi) di kawasan "lembah" Sukaresmi nan indah dan asri. Tahun 1990 SMP Negeri 1 Sukaresmi menempati gedung baru dengan tantangan baru. Tanah yang luas dan subur diubah menjadi lapangan olahraga, kebun dan taman sekolah di bawah bimbingan kepala sekolah : Iwa Sutiwa Anggadiharja. Prestasi yang sangat menonjol waktu itu adalah kepramukaan dan olah raga terutama sepak bola.
        Seiring dengan berjalannya waktu, SMP Negeri 1 Sukaresmi saat ini telah memiliki 45 ruang yang menunjang dalam kegiatan belajar mengajar.
        Adapun guru-guru yang telah memiliki Prestasi di bidang karir di antaranya : Bpk. Pandi Suhaerudin, S.Pd. (Alm) yang diangkat menjadi pengawas Pendidikan untuk wilayah Cianjur. Bpk. Tono Hartono sebagai Kepala Sekolah (SMP Negeri 1 Cipanas). Bpk. Odik Sodikin, S.Pd. (Kepala SMP Negeri 1 Pacet). Bpk. Ruhyatna, S.Pd. (Kepala SMP Negeri 3 Pasir Kuda). Bpk. Daud, S.Pd.l. (Kepala SMP Negeri 3 Cikadu), dan ibu Saryati, S.Pd. (Kepala SMP Negeri 4 Sukaresmi).
        Di era derasnya arus globalisasi dan informasi, SMP Negeri 1 Sukaresmi berlomba dengan sekolah-sekolah lain dengan membenahi diri melengkapi fasilitas yang ada hubungannya dengan kepentingan informasi dan teknologi di antaranya Lab Komputer, Internet dan Faksimili dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan memiliki ijazah kesarjanaan.
Rabu, 10 April 2013

Tentang Osis dan Mpk di SMP Negeri 1 Sukaresmi



Assalamualaikum, selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam. Terimakasih telah membaca dan menyempatkan waktu untuk membaca postingan Pertama Osis SMP NEGERI 1 SUKARESMI.
di postingan kami ini kami akan memposting tentang Struktur Organisasi Intra Sekolah.

Di Sekolah kami selain Osis, osis didampingi Oleh MPK. MPK itu sendiri adalah singkatan Majelis Perwakilan Kelas, tugas Mpk itu adalah mengawasi kinerja Osis menjalankan tugas-tugasnya selama masa jabatannya berlangsung. Jabatan MPK lebih tinggi daripada OSIS karena MPK-lah satu-satunya organisasi di sekolah yang dapat memantau, mengawasi dan membantu tugas-tugas dari OSIS.

Oke, kembali ke pokok permasalahan tentunya kalian pasti tahu? Osis itu memiliki Pemimpin ibarat Permainan catur tentunya. Dalam permainan Catur Tersebut ada Raja dan Ratu dan didampingi para pengawalnya, bidak catur tersebut berjuang untuk menuju tujuannya. Di osis pun seperti itu, berikut ini adalah Struktur Organisasi Osis Smp Negeri 1 sukaresmi :

Organisasi Siswa Intra Sekolah dan Majelis Perwakilan Kelas
SMP Negeri 1 Sukaresmi
a. Pengurus Majelis perwakilan Kelas
1. Ketua Umum MPK
Dandi Gunawan (Kelas VIII I)

2. Wakil Ketua
Rizal Supyani (Kelas VIII B)

3. Sekretaris : 
Eneng Shelly Mulyani (Kelas VIII I)
Anggota : 
1) Deri Ruswandi (Kelas VIII G)
2) Anisa Azhari (Kelas VII G)
3)Khoerunnisa (Kelas VII D)
4)M.Syahrul Syarif Hidayat (Kelas VII H)
b. Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah

1. Ketua Umum
Erin Apriliani (Kelas VIII I)

2.Ketua Umum 1                                                                                                
Ali Suhendar(Kelas VIII I)

3.Ketua Umum 2
Herawati (Kelas VIII I)

4.Sekretaris
1. Elisa Riyani (VIII I)
2. Sri alfina (VII H)

5.Bendahara
1. Nurul Salma (VIII F)
2. Risna Septia Putri (VII H)

Seksi Bidang 1 Pembinaan Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
 Kordinator : Nenden Siti Nurhaliza (VIII H)
Anggota : 1.Ramdan Aliannsyah (VII A)
2. Nawal Wardani (VII D)

Seksi Bidang 2 Pembinaan budi pekerti Luhur dan Akhlak Mulia
Kordinator : Fitriyani (VIII F)
Anggota : 1.Eka Rusmiati (VII G)

Seksi Bidang 3  Pembinaan Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan Dan Bela Negara
Kordinator : Iman Rosyadi (VIII D)
Anggota : 1. Fitri Nurmawati  (VII E)
2. Dede Solehudin (VII D)

Seksi Bidang 4 Pembinaan prestasi Akademik dan Olahraga sesuai bakat dan minat
Kordinator : Rizky Gustav (VII C)
Anggota : 1. Euis Rosita ( VII D)
2.Neng Resa Herawati (VII E)

Seksi Bidang 5 Pembinaan Demokrasi,Hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam kontek masyarakat plural
Kordinator : Sri sulistawati (VIII I)
Anggota : 1. Diana Putri (VII E)
 2. Alvi Aprilianti (VII G)

Seksi Bidang 6 Pembinaan Kreatifitas keterampilan dan kewirausahaan
Kordinator : M.Zaki Alfauzi (VII G)
Anggota : 1.Wina Wandasafitri (VII D)
2. Rivan Hendriawan (VIII E)

Seksi Bidang 7 Pembinaan Kualitas Jasmani,Kesehatan dan Gizi berbasis sumber Gizi yang terdiversifikasi
Kordinator : Andayani (VIII I)

Seksi Bidang 8 Pembinaan Sastra dan Budaya 
Kordinator : Siti Mulyani (VIII C)
Anggota : 1.Mirnawati (VII C)

Seksi Bidang 9 Pembinaan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Kordinator : Kurniati Sekarsari Dwi Lesmana (VIII I)
Anggota : 1.Sella Yuleilani  (VIII H)
2. Ade Oktaviani (VII G)

Seksi Bidang 10 Pembinaan Komunikasi dalam Bahasa Inggris
Kordinator : Yani Nurvitriani (VIII B)
Anggota : 1.Mario Anggiat Sahat M.S (VII G)

Nah itu dia teman-teman semua, mungkin cukup disini Assalamualaikum,Wr,Wb